Scroll untuk baca artikel
Foresthree and Coffee Official
Example floating
Example floating
BusinessinAsia
Business

UOB Indonesia Dukung Pameran Tunggal Prabu Perdana “In Another Land”

7120
×

UOB Indonesia Dukung Pameran Tunggal Prabu Perdana “In Another Land”

Share this article

Artsphere Gallery dengan bangga mempersembahkan In Another Land, sebuah pameran tunggal oleh Prabu Perdana.

BusinessinAsia

Pameran tunggal Prabu Perdana ini di-support oleh Bank UOB Indonesia yang selama ini berperan aktif di masyarakat di ASEAN, terutama melalui komitmen jangka panjang terhadap pada dunia seni. Sebagai bagian dari ini, UOB selalu terdepan dalam sejumlah program seni visual, kemitraan serta inisiatif sosialisasi di seluruh wilayah.

Menampilkan serangkaian lukisan terbaru, pameran In Another Land ini menegaskan posisi Prabu sebagai salah satu pelukis Indonesia yang berfokus pada pokok-soal lanskap.

MENTERI KOMINFO

Selama ini, berbagai pendekatan, gaya dan teknik seni lukis telah menjadikan lanskap sebagai sebuah genre yang berkembang melampaui representasi tradisionalnya sebagai ‘objek’ belaka. Ketika hidup kita semakin tidak terpisahkan dengan internet dan layar virtual, gagasan-gagasan tentang lanskap justru dapat menemukan konteks dan signifikansi baru.

Lukisan-lukisan lanskap menjadi pengingat tentang hubungan-hubungan yang mustahil terbantahkan antara manusia dengan tanah, air, udara dan alam sekitar; antara manusia sebagai makhluk hidup dengan bumi yang menopang kehidupan.

Dalam lukisan-lukisannya, Prabu masih menonjolkan objek-objek yang umum tampil pada lukisan-lukisan lanskap: langit, cakrawala dan daratan. Secara sekilas, tidak ada keanehan yang mencolok pada lukisan-lukisan itu.

Prabu menggarap lukisan-lukisannya dengan pijakan teknik melukis realistik, di mana warna-warna objek ditampilkan sewajarnya. Pada beberapa lukisan, objek-objek seperti langit, hamparan rumput, pepohonan, kumpulan perdu dan bangunan juga digarap dengan rinci.

Absennya figur manusia menyiratkan kesunyian yang puitik. Pengamat mungkin baru akan memperoleh impresi lain ketika mencermati semua itu secara lebih seksama: Tidak ada identitas yang jelas tentang tempat-tempat yang Prabu gambarkan. Tidak ada pula petunjuk definitif yang menyaran pada konteks waktu: Apakah ia tengah menghadirkan lanskap masa lalu, masa kini atau masa depan? Pun tidak ada kepastian, apakah tempat-tempat yang Prabu lukiskan benar-benar ada di dunia nyata.

Sejumlah lukisan memunculkan kesan janggal dan ganjil karena skala dan kehadiran objek-objek yang mengingkari kelaziman. Kita perlu mencermati segenap bagian pada lukisan-lukisan ini, dan menginterogasi pemahaman kita sendiri untuk sampai pada kesimpulan bahwa Prabu tengah menghadirkan gambaran lanskap-lanskap imajiner.

“Inspirasi saya datang dari dunia sehari-hari. Tapi saya tidak sedang melukiskan pemandangan alam hari ini. Saya melukis untuk memproyeksikan sesuatu yang mungkin, atau tidak mungkin terjadi di masa depan. Tapi saya tidak sedang meramalkan masa depan,” kata Prabu.

Dalam esai pengantar pameran ini, Agung Hujatnikajennong menulis: “Alih-alih menampilkan lanskap sebagai penanda ruang dan waktu yang riil, Prabu lebih tertarik untuk menyodorkan suatu narasi yang enigmatik. Meskipun demikian, sejumlah lukisan lanskapnya cenderung mengarah pada suatu narasi yang spesifik.:

Agung melanjutkan, objek-objek yang umumnya dianggap mewakili gagasan-gagasan tentang kemajuan peradaban manusia–misalnya, bangunan, mesin-mesin dan kendaraan bermotor–tampil sebagai sesuatu yang usang, rusak atau terabaikan. Di pihak lain, objek-objek alam seperti pepohonan, perairan, bebatuan dan dataran tanah justru dilukiskan menonjol, dominan atau superior: Seolah-olah alam mampu mengatasi sepak-terjang dan eksistensi manusia modern di bumi.

“Secara menyeluruh, gambaran-gambaran lanskap pada lukisan Prabu, pada akhirnya, menjadi antitesis dari dominasi manusia terhadap berbagai entitas alam. Narasi ini tentu saja tidak selaras dengan kenyataan, di mana alam, hingga hari ini, masih menjadi objek eksploitasi manusia yang semena-mena. Lukisan-lukisan Prabu adalah suatu kritik yang subtil pada antroposentrisme modern yang berujung pada kerusakan dan bencana alam,” lanjut Agung.

Manajer Artsphere Gallery, Maya Soedjatmiko melihat sosok Prabu Perdana sebagai salah satu pelukis generasi muda Indonesia dengan masa depan yang menjanjikan. “Setelah beberapa tahun mendalami lukisan lanskap, Prabu telah memiliki pijakan konsep yang semakin kuat dan teknik yang semakin matang. Artsphere memberikan kesempatan kepada Prabu untuk berpameran tunggal, untuk mendukung kekaryaannya di masa depan,” demikian kata Maya. 

Mengenai Prabu Perdana Prabu Perdana (lahir 1984, tinggal dan bekerja di Bandung) adalah pelukis yang mulai berkarir sejak akhir 2000-an.

Karya-karya Prabu telah tampil dalam sejumlah pameran kelompok di dalam dan luar negeri, antara lain: Peep(s) Show, di Qgallery, Minnesota, Amerika Serikat; Mainkan di Gedung Kesenian Solo (2011); Hydro Pirate, di UPT Gallery ISI Yogyakarta; Searching For Peace, di Padi Artground, Bandung (2012); Meta Amuk, Pameran Nusantara 2013, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta (2013), Art-Chipelago, Pameran Nusantara 2015 Galeri Nasional Indonesia, Jakarta; Biennale Jatim 6, Kompleks Balai Pemuda & Emmitan CA Gallery, Surabaya (2015); Dunia Komik, Gudang Garam Indonesia Art Award, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta; Human Rights? #EDU, Fondazione Opera Campana Dei Caduti, Revereto, Trento, Italy (2018); Pameran Nusantara – Kontraksi: Pascatradisionalisme, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta (2019); Manifesto 8, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta (2022). Pameran tunggal Prabu Overlapping Perspective berlangsung di Titik Temu Art Space, Bandung (2017). Pada 2020, Prabu memenangkan penghargaan tertinggi UOB Painting of the Year di Indonesia dan Asia Tenggara.

Mengenai UOB dan Seni Keterlibatan UOB dalam dunia seni dimulai pada tahun 1970-an melalui koleksi lukisan karya seniman Singapura. Kini, Koleksi Seni UOB terdiri dari lebih dari 2.500 karya seni yang sebagian besar terdiri dari lukisan karya seniman Asia Tenggara yangmasuk dalam kategori established dan emerging.

UOB berperan aktif di masyarakat di ASEAN, terutama melalui komitmen jangka panjang terhadap pada dunia seni. Sebagai bagian dari ini, UOB selalu terdepan dalam sejumlah program seni visual, kemitraan serta inisiatif sosialisasi di seluruh wilayah.

Program seni andalan UOB adalah ajang UOB Painting of the Year yang dimulai pada tahun 1982. Ajang ini bertujuan memberi penghargaan kepada seniman dari Asia Tenggara dan juga memberi mereka kesempatan untuk memamerkan karya merekakepada masyarakat luas. Kompetisi diperluas ke Indonesia, Malaysia, Thailand, dan 2023 di Vietnam.

Selama 41 tahun terakhir, ajang ini telah menumbuhkembangkan karier banyak seniman di Singapura. Di antaranya Goh Beng Kwan (pemenang tahun1982) dan mendiang Anthony Poon (pemenang tahun 1983) dan Chua Ek Kay (pemenang tahun 1991) yang menerima Singapore Cultural Medallion, yakni penghargaan seni paling bergengsi di Singapura.

Ajang ini juga memberi penghargaan kepada seniman-seniman dari seluruh Asia Tenggara melalui penghargaan UOB SoutheastAsian Painting of the Year. Pemenang-pemenang sebelumnya antara lain Chomrawi Suksom dari Thailand tahun 2022, Saiful Razman dari Malaysia tahun 2021, Prabu Perdana dari Indonesia tahun 2020, Anagard dari Indonesia tahun 2019, Suvi Wahyudianto dari Indonesia tahun 2018, Sukit Choosri dari Thailand tahun 2017, Gatot Indrajati dari Indonesia tahun 2016, Anggar Prasetyo dari Indonesia tahun 2015, Antonius Subiyanto dari Indonesia pada tahun 2014 dan Stefanie Hauger dari Singapura pada tahun 2013.

Bersama para pemenang UOB Painting of the Year sebelumnya, UOB juga mengadakan lokakarya seni untuk anak-anak darikeluarga kurang mampu dan berkebutuhan khusus secara rutin. Di lokakarya ini, para pemuda belajar teknik seni dari paraprofesional seni dan seniman yang pernah memenangi penghargaan.

Sebagai pengakuan atas komitmen jangka panjang UOB terhadap seni, UOB dianugerahi the National Arts Council’s Distinguished Patron of the Arts Award untuk tahun ke-18 berturut-turut pada tahun 2022.

Mengenai UOB Indonesia  UOB Indonesia merupakan anak perusahaan dari UOB, sebuah bank terkemuka di Asia dengan jaringan global yang terdiri dari lebih 500 kantor di 19 negara dan wilayah di Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika Utara. UOB Indonesia didirikan pada tahun 1956. Jaringan layanan UOB Indonesia terdiri dari 130 kantor cabang dan 132 ATM  di 42 kota di 16 provinsi di Indonesia. Layanan perbankan UOB dapat dinikmati melalui jaringan ATM regional, ATM Prima, jaringan Bersama serta jaringan Visa.

UOB Indonesia berkomitmen menghadirkan produk berkualitas dan layanan prima bagi nasabah. UOB Indonesia menghadirkan beragam produk perbankan dan layanan, termasuk layanan keuangan pribadi, perbankan untuk dunia usaha, perbankan komersial, perbankan perusahaan, pasar global, serta pengelolaan investasi. UOB Indonesia mendapat predikat AAA (idn) dari Fitch Ratings.

UOB Indonesia memiliki basis nasabah ritel yang kuat melalui sejumlah produk tabungan, layanan hipotek serta kartu kredit. Layanan perbankan yang dihadirkan UOB Indonesia juga dapat diakses di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand melalui ratusan ATM UOB.

TMRW, yakni bank digital UOB yang telah memenangkan penghargaan, melayani generasi nasabah Indonesia yang melek digital dengan memberikan pengalaman perbankan yang lebih baik dan personal melalui penggunaan data dan umpan balik nasabah. Melalui TMRW, UOB berkomitmen membantu nasabah mencapai tujuan keuangan mereka dalam membangun hari esok yang lebih baik.

UOB Indonesia terus berupaya membantu perusahaan-perusahaan dengan rencana ekspansi mereka dan telah mendukung banyak perusahaan dari sejumlah industri seperti konstruksi, pertambangan, real estate, dan sektorsektor layanan yang berekspansi di Indonesia.

UOB Indonesia berkomitmen menjadi penyedia layanan keuangan yang bertanggung jawab dan membawa perubahan bagi kehidupan pemangku kepentingan kami serta bagi masyarakat tempat kami berada. Kami tidak hanya berdedikasi membantu pelanggan mengelola keuangan mereka secara bijaksana dan mengembangkan usaha mereka, tetapi juga terus teguh dalam mendukung pembangunan sosial, terutama di bidang seni, anakanak, dan pendidikan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai UOB Indonesia, silakan kunjungi www.uob.co.id

 

BusinessinAsia
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1. DPMPTSP Kota Tangsel Raih Penghargaan
Pelayanan Prima dari Kemenpan RB.

2. Jebakan Crazy
Rich Pikat Pelanggan Ikut Trading Binary
Option.

3. Eksportir Indonesia
Perluas Jejaring
dengan Buyers di AS