Scroll untuk baca artikel
Foresthree and Coffee Official
Example floating
Example floating
BusinessinAsia
BeritaFigure

Angelika Putri dalam Dunia Fintech: Dari Uang Elektronik hingga APGI

177
×

Angelika Putri dalam Dunia Fintech: Dari Uang Elektronik hingga APGI

Share this article
BusinessinAsia

Maraknya transaksi perdagangan secara elektronik (e-commerce) menyebabkan tumbuhnya industri payment gateway (PG) atau gerbang pembayaran, Payment gateway memiliki peran penting dalam mendorong kemudahan transaksi pembayaran digital yang menghubungkan konsumen dengan penjual (merchant).

Meskipun telah tumbuh sejak 2012, namun industri payment gateway (PG) belum memiliki wadah untuk menyatukan aspirasi dan memperkuat peran industri PG dalam ekosistem pembayaran digital. Hal itu mendorong, Angelika Putri menginisiasi pendirian Asosiasi Payment Gateway Indonesia (APGI).

MENTERI KOMINFO

Perempuan berparas cantik ini menjelaskan bahwa APGI sebenarnya sudah terbentuk tiga tahun lalu, namun baru sah secara hukum pada akhir 2022. Pendirian APGI ini bermula dari networking dan berkumpulnya sesama pelaku industri payment gateway.

“Kenapa asosiasi ini harus ada, karena APGI membantu mengembangkan standar industri yang meratakan berbagai prosedur dan teknologi yang digunakan dalam industri PG,” ujar Angel, sapaan akrab Angelika Putri saat ditemui Business in Asia pada Jumat (3/11/2023).

Saat ini APGI beranggotakan 21 industri payment gateway yang sudah terdaftar atau mendapat izin resmi dari Bank Indonesia. APGI memiliki visi mewujudkan industri payment gateway yang andal, aman, terpercaya, dan mumpuni untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital Indonesia.

Founder dan Sekretaris Jenderal APGI ini mengatakan bahwa saat membuat kebijakan, regulator melibatkan dan meminta masukan dari APGI yang memiliki anggota pelaku industri payment gateway.

“Asosiasi dapat menjadi suara Bersama bagi perusahaan dalam industri ini dan mengadvokasi kebijakan yang menguntungkan bagi anggotanya. Mereka dapat berkolaborasi untuk memberikan masukan terhadap regulasi yang berkaitan dengan industri PG.” terang Angel yang juga berprofesi sebagai Group Head of Digital Goods Services PT Finnet Indonesia (FINPAY), anak perusahaan Telkom Group.

Menurut Angel, pertumbuhan market payment gateway masih luas. Tantangannya adalah di biaya transaksi dan kemanan. UMKM mungkin memiliki tingkat kesadaran keamanan yang lebih rendah dibandingkan perusahaan besar. Oleh karena itu, payment gateway perlu mengedukasi UMKM tentang pentingnya perlindungan data dan transaksi.

“Sebenarnya yang paling besar cakupannya di UMKM, tapi untuk mendigitaliasi UMKM agar bayarnya bisa menggunakan digital payment itu tidak semuanya bisa terima,” kata Angel yang juga baru saja bergabung menjadi anggota Asosiasi Indonesia Women In Cybersecurity.

Banyak pelaku UMKM yang memilih metode pembayaran langsung atau melalui transfer bank. “Namanya pedagang kalau ada yang beli tapi tidak pegang uang tunai berasa tidak ada penghasilan,” imbuhnya.

Sekjen Indonesia Mini Club dan Brand Ambassador Privy Golf Point ini mengatakan bahwa transfer manual tidak menggunakan sistem sehingga pelaku usaha bisa mengalami kejahatan digital.

“Bisa saja ada yang bilang sudah transfer, tapi struknya palsu. Sekarang ada aplikasi untuk membuat struk palsu yang sangat mirip dengan struk bank. Kalau lagi sibuk, penjual tidak sempat mengecek. Satu transaksi benar, transaksi kedua benar, transaksi ketiga bohong. Bukti transfer ada, tapi uangnya nggak ada,” tuturnya.

Sementara jika menggunakan payment gateway karena sistemnya dari API ke API atau dari host to host jadi industri payment gateway harus memastikan bahwa pembayaran sukses. Namun, sistem yang dibangun ini membutuhkan cost atau tambahan biaya. Pelaku usaha kemudian memilih menggunakan transfer manual yang tidak ada tambahan biaya.

“Kalau bayar pakai payment gateway terus ada charging untuk jasa layanan payment gateway itu dianggap beban. Padahal kalau dijalankan, beban ini tidak seberapa dibandingkan kerugian ketika menggunakan pembayaran secara manual. Itu yang belum diserap banget oleh pelaku usaha,” terang Angel yang memiliki hobi travelling ke beberapa wilayah di dunia.

Karena itu, perlu ada literasi digital payment terutama untuk pelaku UMKM. Angel menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, ada beberapa asosiasi yang mengajak kolaborasi dengan APGI untuk bekerjasama dalam sosialisasi literasi digital payment di salah satu kota di Indonesia yang memiliki banyak UMKM. Di kota tersebut, banyak pelaku usaha lokal yang transaksinya masih manual.

Indonesia juga merupakan salah satu negara dengan transaksi game online terbesar di dunia dengan nilai triliunan rupiah. Sayangnya, menurut Angel, dari transaksi tersebut sebagian besar atau sekitar 70% uangnya lari ke luar negeri.

“Pertanyaanya gamer itu beli pakai apa? kok transaksinya keluar negeri. Sekarang kita pikirkan bagaimana caranya uang sebesar itu tidak berputar di luar. Transaksinya di Indonesia, harusnya uangnya ada di Indonesia juga. Di sini APGI harus berperan agar gamer bisa menggunakan payment digital dari Indonesia,” kata Angel yang sedang menyelesaikan pendidikan Magister Management di Telkom University.

Ke depan, APGI akan mencari inovasi baru terkait payment gateway untuk  mendukung literasi digital payment di Indonesia. Ada beberapa program kerja yang akan dijalankan APGI untuk memajukan digital payment di Indonesia.

Sepanjang karirnya, Angel sudah jatuh cinta pada dunia financial technologi (fintech). Awal karirnya dimulai pada 2013, saat menjadi Partnership – Membership Financial Service di PT Indosat Tbk. Saat itu, pertama kalinya muncul uang elektronik. Ia pun ikut mengedukasi masyarakat bahwa handphone bisa digunakan untuk pembayaran.

Kiprah Angel di dunia fintech mendapatkan berbagai pengakuan melalui berbagai penghargaan diantaranya Miracle Enterprise Award 2017 dan 2018, Gold Winner for Grab Bill Aplication (2017), Stevie Awards Asia Pacific – Bronze Winner, The Most Favorite Idea – IdeaFest, dan lain-lain.

BusinessinAsia
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1. DPMPTSP Kota Tangsel Raih Penghargaan
Pelayanan Prima dari Kemenpan RB.

2. Jebakan Crazy
Rich Pikat Pelanggan Ikut Trading Binary
Option.

3. Eksportir Indonesia
Perluas Jejaring
dengan Buyers di AS